Sabtu, 17 Februari 2018

FIRST STORY

Inilah Blogku.
Di mulai dimana perjalanan hidupku semakin menyenangkan.

Ya di umurku yang hampir menginjak 21 tahun, aku di hadapkan dengan berbagai kenyataan hidup yang sebenarnya.
Aku anak dari 3 bersaudara, sebagai anak sulung. Begitu berat rasanya menahan beban sebagai anak sulung, seringkali aku merasa iri dengan teman-temanku. Mereka tidak seperti aku, dimana aku sekarang sebagai tulang punggung keluarga. Sudah cukup paham bagaimana cara mencari rezeki sendiri. Aku sendiri bukan dari keluarga yang kaya, bisa di bilang keluarga cukup namun semenjak ayahku pensiun keadaan keluargaku pun berubah. Ibuku yang dahulunya sebagai Ibu Rumah Tangga sekarang harus menggantikan kinerja ayahku. Seketika lalu aku membenci ayahku yang bermalas-malasan, tidur, makan lalu tidur lagi. Sedangkan ibuku membanting tulang hingga larut untuk mencari uang, yang mungkin bagi kalian itu sangat sedikit. Bahkan disaat yang mulai susah terkadang ibuku di pecat dari pekerjaannya, lalu Ia mencari lagi dan lagi demi adikku, menabung, dan kebutuhan sehari-hari. Aku sangat terkejut ketika ibuku berkata "Nanti kelak kalau kamu sudah bekerja uang pemberianmu akan ku tabung sebagai investasi, Mama tak rela jika uangmu untuk kebutuhan sehari-hari biar saja mama masih bekerja untuk kebutuhan sehari-hari" mendengarnya pun hatiku terenyuh dan ingin menangis. 

Ketika saat aku masih berkuliah 2017 lalu, aku menghabiskan 1 semesterku untuk bekerja double part time. Aku bekerja sebagai pegawai cafe, guru les privat dan mengerjakan tugas teman-temanku. Puji Tuhan dengan hasilnya, tapi apa daya ketika aku mulai merasakan ketidaknyamananku hidup di rumah saudara. Aku pun pindah ke kost baru. Aku bisa membayar kost sendiri, makan sendiri, bahkan mama sudah berpesan untukku "Kamu jangan meminta uang mama lagi, mama sudah tidak sanggup". Sebagian orang berkata "Wah tabunganmu pasti banyak ya, kamu sudah bisa bekerja sendiri" aku seringkali tertawa dalam hati padahal kenyataannya pun berbalik. Aku pun tak bisa menabung, karena sangat mepet dengan penghasilanku yang tak seberapa. Begitu berat tapi aku tetap bersyukur. Namun di awal tahun 2018 semuanya berakhir, akupun sudah tak bekerja lagi, ya mungkin ada beberapa sebab terutama kesalahanku sendiri. Mamapun selalu bilang "Bagaimana kamu membayar kost dan makan? Mama tidak bisa melihat kamu begini".

Aku seringkali berfikir masih ingin menjadi anak kecil, tapi kenyataannya pun berbeda. Bahkan sampai detik ini pun aku belum mendapat pekerjaan yang tetap, namun aku masih berusaha berdoa. Aku berdoa setiap hari untuk karirku dan jodohku nanti. Terkadang aku sangat iri dengan teman-temanku yang sudah mendapat pekerjaan. Ya, betapa beruntungnya mereka. Di bulan ini pun aku tidak bisa membayar kost, dan hpku rusak tak bisa hidup aku juga tidak tahu kenapa. Betapa menyedihkannya bukan? Apes.
Bisa makan saja aku bersyukur, bahkan tak perlu pakaian baru yang lawas pun masih bisa ku pakai karena aku merawatnya. Terkadang ketika teman-teman mengobrol tentang apa yang telah mereka beli dengan harga, yah menurutku itu mahal aku pun sering menghindari obrolan tersebut. Buat apa? aku pikir membuang uang saja. Karena aku tahu bagaimana susahnya mencari rezeki sekarang.

Aku bukanlah tipe orang yang suka mengeluh, masalahku selalu aku pendam. Yah, aku tetap enjoy dengan apa yang aku alami. Karena aku tahu akan ada pelangi sehabis hujan.
Oiya, saat ini aku sedang menyukai memasak, bahkan suatu saat aku punya mimpi membangun restoran atau sebuah toko roti mungkin untuk bisnis sampingan nanti.
Aku pikir aku satu-satunya orang yang tak beruntung, aku tahu masih banyak di belahan dunia lain yang tak seberuntung aku. Aku selalu berdoa untuk mereka di setiap doa pribadiku.

Aku lega menuangkan isi hatiku di tulisan ini.
Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FIRST STORY

Inilah Blogku. Di mulai dimana perjalanan hidupku semakin menyenangkan. Ya di umurku yang hampir menginjak 21 tahun, aku di hadapkan...